|
Pertanyaan yang sering diterima (FAQ)
| 1. |
Pertanyaan : Bagaimana cara membuat true-color dengan menggunakan citra
ASTER ? agar sama dengan tampilan citra Landsat TM RGB 542.
Jawaban : kombinasi citra ASTER RGB 431, silakan lihat juga contoh yang
kami buat dengan menggunakan citra wilayah
Bandung dan sekitarnya.
Pertanyaan :Beberapa kali kami mencetak citra aster pada skala 1:25.000
dan 1:50.000, akan tetapi hasil cetakannya tidak sebaik (sehalus) hasil
cetakan citra landsat 7 ETM+ dengan band 5438? Tujuan pencetakan adalah
mendapatkan cetakan mendekati natural color (saya lupa kombinasi band di
Aster yang kami pergunakan).
Jawaban : Perihal natural color, pertama2 hubungan band antara Landsat
7 ETM+ dan ASTER dapat Anda baca di http://aster.indomicrowave.com/bandspectrum.htm Jadi bila Anda menggunakan kombinasi Landsat ETM+ dengan band 3,4,5, maka
ASTER 2,3,4 (Band 8 adalah panchromatic, maka bila digunakan untuk
resolusi tinggi, maka informasi spectrumnya akan hilang, sehingga tidak
ada pengaruhnya).
Cara lain adalah pertama2 hitung 0.75*B1+0.25*B3=(simpan sebagai ) B4,
kemudian gunakan kombinasi R G B=B2 B4 B1 untuk mendapatkan natural color.
Silakan untuk dicoba.
Pertanyaan : Ataukah hasil download kami (level 1B) masih belum memadai
sehingga harus
mempergunakan level 3? Apakah memang demikian atau punya solusinya ?
Jawaban : Bila untuk natural color, saya kira tidak perlu menggunakan Level
3A01.
|
| 2. |
Pertanyaan : Bagaimana cara membuka citra ASTER dengan format HDF ?
Jawaban : silakan baca HDF Opener dan sesuaikan dengan software yang Anda pergunaan. |
| 3. |
Pertanyaan : Bagaimana cara membuka citra ASTER dengan menggunakan ERMapper
Ver. 5.5 ke bawah ?
Jawaban : Setelah Anda convert dari .hdf format ke BSQ dengan menggunakan
HDF Opener di point 2, silakan import menggunakan ERMapper versi tersebut
dengan click eUtilitiesf -> eImport ASCII and Binaryf -> eSimple
Binary BSQ gridf -> eImportf, kemudian isikan nama file hasil dari
HDF Opener dan beri nama baru .ers, dan click eOkf. Isikan line, cell
dan jumlah band sesuai dengan masing2 sensor (VNIR, SWIR dan TIR atau DTM). |
| 4. |
Pertanyaan : Data yang sudah kami pesan, apakah dapat diganti dengan mengganti
ke Level produk lain ?
Jawaban : Data yang sudah memasuki proses pemesanan tidak dapat diganti
menjadi Level lain, kecuali memberikan biaya proses untuk mendapatkan data
dengan Level yang diinginkan. |
| 5. |
Pertanyaan : Apakah user dapat memesan citra dengan sensor yang terpisah-pisah,
misalnya VNIR, SWIR, dan TIR yang terpisah ? (7 Februari 2004)
Jawaban : Kami merekomendasikan para user memesan seluruh sensor (14 channels),
karena pemesanan terpisah2 akan dikenakan biaya berlipat untuk proses pemisahannya
dan user akan rugi tidak mendapatkan citra sensor lainnya. Harga citra
untuk seluruh bands (14 channel) maupun kurang adalah sama. |
| 6. |
Pertanyaan : Apakah citra ASTER dapat digunakan untuk pembuatan peta
dasar suatu kawasan (kabupaten dengan luas + 5000 Km2), seperti halnya
menggunakan citra resolusi tinggi (ikonos/quickbird). kalau bisa berapa
skala peta yang dihasilkannya ? (10 Februari 2004)
Jawaban : Berdasarkan pengalaman kami selama ini, citra ASTER Level 1A
atau 1B (resolusi 15m) dapat diterapkan utk pembuatan peta dengan skala
1:15000. Ini skala yang kami rekomendasikan, walau mungkin bisa dipaksa
menjadi peta dengan skala lebih tinggi. Sedangkan Level 3 atau 4 merupakan
produk Digital Terrain Model dengan resolusi 15m (untuk VNIR), 30m (untuk
SWIR) dan 90m (untuk TIR) yg dapat juga digunakan untuk pembuatan basis
data kontur. Informasi spesifikasi lengkap dan penerapan masing-masing
band citra ASTER dapat ditemukan di homepage kami. |
| 7. |
Pertanyaan : DEM yang diperoleh dalam format apa, apakah bisa dijadikan
garis kontur seperti di Arc GIS, dan juga bisa di tampilkan di map info
? (10 Februari 2004)
Jawaban : Format DTM Z adalah HDF atau EOS (raster). Format ini dapat diconvert
dengan menggunakan software dari raster ke poligon untuk memperoleh garis
kontur yang dapat diterapkan di Arc GIS, demikian juga Mapinfo. |
| 8. |
Pertanyaan : Berapa ukuran satu scene dari citra satelit yang dihasilkan,
dan dengan software apa saja pengolahannya ? (10 Februari 2004)
Jawaban : Satu scene 60 km x 60 km = 3600 km2. Bila kita mempunyai software
yang dapat membaca .tif format data, pasti dapat membuka citra ASTER. Silakan
baca cara membuka citra ASTER dan variasi software yang dapat digunakan
spt diterangkan di homepage
ini. |
| 9. |
Pertanyaan : Bagaimana prinsip dasar monitoring kandungan mineral dengan
menggunakan citra ASTER ? (10 Januari 2004)
Jawaban : Monitoring kandungan mineral dapat dilihat di contoh penerapan, dimana kita dapat membandingkan ke-14 spectrum sensor yang ada di dalam citra ASTER. Sehingga jenis2 batuan dan mineral di dalamnya dapat diketahui, hanya memang spt penelitian lain kita perlu mendapatkan sample batuan mineral tsb terlebih dahulu dan kemudian diukur spectrum masing2 obyek tsb dan baru dilakukan estimasi distribusi mineral dengan menggunakan citra ASTER. |
| 10. |
Pertanyaan : Mohon informasi kemungkinan citra ASTER untuk monitoring DAS
Citarum (28 Januari 2004).
Jawaban : Spesifikasi citra satellite cukup utk monitoring DAS Citarum,
dimana citra ASTER mempunyai resolusi 15m (Landsat 30m), jumlah channel
14 bands (2 kali lipat Landsat), dan cakupan wilayah 60km x 60km perscene.
Citra ASTER level 3 juga menyediakan DTM atau DEM, yang dapat dipergunakan
untuk modelling sediment, slope, land sliding, watershed, estimasi river
stream speed, disaster mitigation dll yang biasa digunakan sebagai
parameter dalam monitoring suatu DAS. Informasi lengkap mengenai citra
ASTER dapat dilihat di homepage
kami. Khususnya informasi masing-masing sensor dapat dilihat di homepage ini. Sedangkan contoh aplikasi
adalah di homepage. |
| 11. |
Pertanyaan : Apakah resolusi ASTER dapat dipergunakan untuk monitoring
distribusi binatang langka yang teknik monitoringnya berdasarkan distribusi
temperatur ? (13 Februari 2004)
Jawaban : Perihal problem resolusi untuk pengamatan binatang langka berdasarkan
distribusi temperatur. Citra ASTER mempunyai band VNIR, SWIR dan TIR seluruhnya
14 bands dengan masing2 resolusi 15, 30 dan 90m (resolusi 2 kali Landsat).
Informasi lengkap silakan lihat di homepage, khususnya TIR merupakan band temperatur yang dapat dipergunakan untuk
mengetahui distribusi binatang langka tersebut. Liputan perscene 60
km x 60 km. |
| 12. |
Pertanyaan : Berdasarkan CD-Rom sample yang diberikan oleh PPF, sampel
produk tersebut gambar yang di hasilkan dominan dengan warna merah.
Seandainya produk tersebut dapat di olah/editing, maka kami harus menggunakan
program komputer apa ? (26 Februari 2004)
Jawaban : Software untuk mengolah citra ASTER ada beragam dari pengolahan
sekedar menampilkan citra saja, hingga pengolahan menjadi peta. Bila hanya
sekedar menampilkan saja, silakan refer homepage
HDF opener. Di site tsb terdapat beberapa software yang dapat didownload
dan dipergunakan untuk melihat isi citra ASTER. Photoshop dll software untuk
pengolahan gambar dapat juga dipergunakan, setelah converting dari .hdf
format ke .jpg, .bmp, .tif dll dengan menggunakan software yang dapat
didownload dari site di atas. Citra seperti cover CD ROM samplepun dapat
diproses dengan software2 pengolah gambar tsb. Bila proses hingga mendapatkan
peta, kita perlu menggunakan software2 khusus spt Ilwis, ENVI, PCI, ERMapper,
ERDAS dll.
Warna merah tersebut kombinasi VNIR saja, misalnya ingin melihat citra gambar
asli atau yang sesungguhnya, kita perlu mengkombinasikan RGB (Red-Green-Blue)
band 4 (SWIR), 3 (VNIR) dan 1(VNIR). Contoh dapat dilihat di homepage sample, Gambar 3. Jumlah line dan pixel VNIR
dan SWIR (juga TIR) adalah berlainan, oleh karena itu perlu proses khusus
(rectifikasi) untuk menyamakannya (jumlah line/pixel atau perubahan
resolusi), sehingga memerlukan software khusus di atas. |
| 13. |
Pertanyaan : Bila kami tidak mendapatkan citra Quicklook, bagaimana cara
mendapatkan citra lainnya ? (6 Februari 2004)
Jawaban : PPF dapat melakukan perekaman citra lainnya dengan menerbitkan
DAR. Pada saat itu kami membutuhkan informasi koordinat wilayah yang ingin
direkam, liputan awan (biasanya di bawah 20%). Kami akan setting informasi
tersebut agar satelit ASTER pada saat melewati wilayah tersebut secara
otomatis akan merekamkan untuk Anda. |
| 14. |
Pertanyaan : Mengapa pada saat mengkombinasikan citra VNIR dengan SWIR
(juga ITR), terjadi pergeseran antar citra atau band ? (24 Februari 2004)
Jawaban : Perihal pergeseran antar bands dalam citra ASTER. Berdasarkan
struktur instumen sensor satelit (terutama arah atau sudut masing2 sensor
saat mengambil citra di waktu yang bersamaan), kombinasi citra dengan menggunakan
band (band 1 - 3 VNIR, band 4 - 9 SWIR, dan 10 - 14 TIR), mis. 2 dan 3
bila dioverlay tidak akan
mengalami pergeseran karena arah sensor pada waktu yang bersamaan adalah
sama. Sedangkan bila kita menggunakan band 3 (VNIR) dan 4 (SWIR) utk dioverlay
bersama2, maka akan mengalami sedikit pergeseran, karena pada waktu yang
bersamaan arah liputan sensor sedikit berbeda.
Contoh kombinasi tersebut dapat dilihat di homepage
ini untuk contoh menggunakan wilayah Bandung dan sekitarnya, dimana gambar
1 dan 2 menunjukkan kombinasi band di spectra yang sama (masing2 VNIR dan
SWIR) sehingga tidak mengalami pergeseran. Sedangan Gambar 3 merupakan
contoh kombinasi band 4 (SWIR) dan 3, 1 (VNIR) dimana kedua sensor tersebut
pada waktu merekam citra yang bersamaan mempunyai sudut yang berbeda, sehingga
liputan wilayahpun sedikit bergeser. Silakan refer juga file untuk masing2
pembagian band ASTER dan Landsat di homepage.Perlu diperhatikan pula jumlah line dan pixel masing2 band, hal ini menyangkut
resolusi masing2 bands tsb pula (VNIR 15m, SWIR 30m dan TIR 90m). Silakan
refer point 12 pula. |
| 15. |
Pertanyaan : Bila kami sudah membeli level 1A, apakah dapat diupgrade (geometric
correction) ke 1B menggunakan pelayanan PPF ? (17 Februari 2004)
Jawaban : Biaya upgrading dari 1A menjadi 1B atau level lainnya adalah
sama dengan biaya pengadaan citra yang diinginkan. Oleh karena itu kami
merekomendasikan untuk membeli kembali citra dengan level yang diinginkan. |
| 16. |
Pertanyaan : Apakah ASTER dapat dipergunakan untuk monitoring aktifitas
pegunungan (Gunung Semeru, Lumajang) ? (25 Januari 2004)
Jawaban : Sensor VNIR dan SWIR dapat dipergunakan untuk monitoring perubahan
wilayah pegunungan dan sekitarnya. Demikian juga sensor TIR dapat dipergunakan
untuk estimasi kepekatan gas SO2. Silakan refer homepage ini Gambar 5 dan Gambar 12.
Demikian juga citra Level 3 (DTM Z) dapat dipergunakan untuk estimasi volume
ledakan gunung dan aliran lahar di sekitar gunung. |
| 17. |
Pertanyaan : apakah formula2, misal untuk indeks vegetasi, NDVI harus ada
band merah sama IR, nah kami ingin tahu beberapa penelitian mungkin yang
menggunakan data Aster, formula2 yang dipakai dan paling sesuai kombinasi
band yang dipakai dari 1-14 band, dan juga kajiannya? (24 Februari 2004)
Jawaban : Perihal formula yang menggunakan langsung band yang ada dalam
ASTER, mis. NDVI. Saya kira banyak rekan2 yang familiar dengan Landsat
dan agar lebih mudah mengetahui spesifikasi masing2 band tsb, coba saya
ringkaskan masing2 band ASTER bersama Landsat, silakan refer
homepage ini. Formula NDVI ini
bila menggunakan Landsat TM dapat diturunkan dengan band 3 (0.63 - 0.69
um) dan 4 (0.76 - 0.90 um). Berdasarkan komposisi band ASTER, maka dapat
diturunkan formula NDVI dari citra ASTER dengan menggunakan band 2 (0.63 -
0.69 um) dan 3 (0.76 - 0.86 um).
Formula lain yang tidak seterkenal NDVI sbb. Memo : masing2 band silakan
dicocokkan dengan dokumen dalam web di atas.
| a. |
Ratio Vegetation Index (RVI) = NIR / RED |
| b. |
Perpendicular Vegetation Index (PVI) = (NIR - a x RED -b)/sqrt(1+a2)
dimana
NIR_soil = a x RED_soil + b from soil line
soil line sendiri adalah garis turunan dari RED-NIR scattering ratio tanah dan batuan
|
| c. |
Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI) = (NIR - RB) / (BLUE - RED)
Dimana
RB=RED - gamma (BLUE - RED)
gamma tergantung pada tipe aerosol
NIR - reflectance in near infrared
RED - reflectance in red
BLUE - reflectance in blue
|
| d. |
Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) = (1 + L) x (NIR - RED)/(NIR + RED + L)
dimana L adalah soil adjustment factor
|
| e. |
Enhanced Vegetation Index (EVI) = 2.5 x (NIR - RED) / (L + NIR + C1 x RED - C2 x BLUE)
Dimana
L =1, C1=6, C2=7.5 untuk MODIS
|
Rumus2 di atas hanya sebagian dari teknik2 yang ada saat ini, dan mungkin
masih banyak lagi, dalam artian kita bisa memikirkan suatu obyek dan menentukan
band mana yang paling sensitive terhadap obyek tersebut. Kemudian kita
bisa menggunakan kombinasi tersebut dan rumus2 baru dapat kita turunkan
/ temukan. |
| 18. |
Pertanyaan : Saya mempunyai software PCI, apakah kita dapat membuat digital
elevation model (DEM) dengan menggunakan citra ASTER Level 1 ? Bila bisa,
bagaimana caranya (1 April 2004)
Jawaban : Ya, Anda dapat membuat sendiri DEM dengan menggunakan software
PCI. Caranya dapat Anda lakukan dengan mengunakan procedur atau manual
seperti tercantum dalam file ini (silakan download).
Contoh hasil proses dari Level 1 tersebut dapat Anda lihat di homepage contoh daerah Bandung dan sekitarnya. |
| 19. |
Pertanyaan : Bagaimana cara membaca data digital elevation model (DEM)
dari citra Level 3 menggunakan software ERMAPPER 5.5 ? (1 April 2004)
Jawaban : pertama-tama silakan baca citra ASTER Level 3 tersebut dengan
menggunakan HDF Opener, kemudian simpan (save) dalam format BSQ.
Lalu data BSQ tersebut diimport menggunakan ERMAPPER 5.5 (simple binary BSQ grid).
Maka Anda akan mendapatkan DEM dalam format ERMAPPER. |
| 20. |
Pertanyaan : Bagaimana membuat DEM dari ASTER Level 3A01 ?
Jawaban : Dalam citra ASTER Level 3A01 terdapat data Digital Terrain Model
(DTM) yang menunjukkan informasi terrain permukaan bumi. Data ini dapat
dikonversi dengan menggunakan nilai Geoid terlebih dahulu sesuai dengan
wilayah masing2 liputan citra tsb. Informasi Geoid dapat diperoleh dari
http://earth-info.nga.mil/GandG/wgs84/gravitymod/egm96/intpt.html Setelah
didapatkan nilai Geoid, silakan digunakan dengan mengurangkan ke masing2
nilai yang ada di dalam citra DTM tsb, sehingga akan diperoleh citra DEM.
Berdasarkan manuver satelit saat melewati suatu wilayah, terkadang informasi
DEM yang diperoleh masih mengandung error. Oleh karena itu perlu dilakukan
validasi atau koreksi dengan menggunakan peta yang sudah ada atau data
ketinggian dari pengumpulan lapangan. |
Bila Anda membutuhkan informasi lengkap berhubungan dengan citra ASTER dan cara mengolahnya, silakan hubungi office@indomicrowave.com (harap sopan) |