| Home | Spesifikasi | Penerapan | Spektrum bands | Mosaics | Harga | Sample | HDF Opener | Contact Person | FAQ |


Contoh Penerapan Citra ASTER
Salah satu kelebihdan dari citra TERRA/ASTER adalah resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan citra satelit pendahulu dan sekelasnya (mis. JERS-1 dan Landsat). Sebagai contoh perbandingan tsb, silakan lihat Gambar 1 di bawah ini

TERRA/ASTER

JERS-1 OPS

Landsat TM

Gambar 1. Perbandingan resolusi citra TERRA/ASTER dengan satelit pendahulunya

Kelebihan ini dapat meningkatkan keakurasian hasil analisa dengan menggunakan citra ini. Beberapa contoh penerapan citra TERRA/ASTER untuk monitoring permukaan bumi, misalnya dalam bidang pertambangan, kehutanan dan pertanian, ditunjukkan di bawah ini.

1. Karakteristik spektral terhadap mineral dan batuan
Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam, sehingga memerlukan penanganan tersendiri agar dalam proses pengelolaan sumber alam tersebut tidak menimbulkan pengaruh negatif atau efek sampingan terhadap alam dan lingkungan, khususnya terhadap mahluk hidup di atasnya termasuknya manusia. Penanganan yang terencana dengan baik akan menghasilkan hasil olah yang baik pula. Citra TERRA/ASTER diharapkan dapat memberikan bantuan solusi untuk proses persiapan pengolahan (penambangan) hingga proses paska penambangan. Citra satelit ini mempunyai 14 channel yang masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dalam proses analisa citra satelit. Gambar 2 menunjukkan kepekaan masing-masing sensor dalam TERRA/ASTER (VNIR, SWIR dan TIR) terhadap masing-masing jenis mineral dan batuan. Contoh penerapannya untuk pemetaan sifat spectral berdasarkan penyerapan mineral tanah liat di daerah pertambangan Escondida selatan, Chili ditunjukkan di gambar 3.
VNIR SWIR TIR
Gambar 2. Karakteristik masing-masing sensor dalam satellite TERRA/ASTER


R=Alunite+Kaolinite+Gypsum
G=Sericite+Montmollironite
B=Chlorite+Calcite

SWIR adalah channel yang peka terhadap daya serap tanah liat.

Gambar 3. Pemetaan daya serap tanah liat terhadap karakteristik spektral


2. Klasifikasi jenis tanah
Citra TERRA/ASTER dapat pula digunakan untuk memetakan jenis tanah, khususnya untuk keperluan pertanian, khususnya untuk perencanaan tata ruang dan tata kota. Gambar 4 menunjukkan perbandingan cara pemetaan klasik dengan pemetaan dengan menggunakan citra TERRA/ASTER
Gambar 4. Hasil klasifikasi jenis tanah di daerah pertanian

3. Monitoring aktifitas gunung berapi
Sensor VNIR dan SWIR dapat diterapkan untuk mengetahui aktifitas gunung, sehingga kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh bencana alam ini dapat dihindari atau dikurangi. Sensor TIR dapat digunakan untuk mengetahui distribusi awan panas yang dikeluarkan oleh gunung, dimana sensor ini dapat dioperasikan utk siang dan malam hari. Gambar 5 menunjukkan hasil analisa untuk mengetahui kepekatan gas SO2 yang dimuntahkan oleh gunung Oyama, di pulau Miyake, Jepang
2000/9/21 (day) 2000/10/5 (night) 2000/11/8 (day)
Gambar 5. Peta kepekatan gas SO2 (Gunung Oyama di pulau Miyake, Jepang)

4. Pemetaan tumbuhan di daerah kering dan basah
Seperti halnya satelit lain (JERS-1 dan Landsat), citra TERRA/ASTER dapat pula digunakan untuk memetakan distribusi tumbuhan di permukaan bumi, terutama untuk daerah kering dan basah dengan menggunakan sensor VNIR dan SWIR
Gambar 6. Hasil klasifikasi tumbuhan daerah Kushiro, Hokkaido, Jepang.

5. Monitoring suhu permukaan laut
Distribusi temperature permukaan laut dapat diperoleh dengan mudah menggunakan citra TERRA/ASTER, atau langsung dengan menggunakan citra sensor TIR. Aplikasi dari citra ini dapat digunakan untuk mengetahui distribusi panas air laut, dimana informasi ini dapat diterapkan untuk mengetahui fenomena kelautan, termasuk distribusi tumbuhan dan ikan.
Gambar 7. Monitoring temperatur permukaan laut di sekitar teluk Tokyo (16 Mei 2000)

6. Monitoring hutan bakau (mangrove)
Pengrusakan hutan bakau, baik secara sengaja maupun pengaruh perubahan alam, dapat dideteksi dengan menggunakan citra TERRA/ASTER. Beberapa sensor satelit ini mempunyai kesamaan dengan JERS-1 maupun Landsat, oleh karena itu kombinasi citra satelit lain dapat digunakan untuk monitoring hutan bakau dan hutan lainnya. Gambar 8 hingga 10 menunjukkan hasil monitoring hutan bakau dengan kombinasi citra satelit lain di daerah Can Giao, Vietnamdari tahun 1973 hingga 2002.
Gambar. 8 Area studi hutan bakau di Can Giao, Vietnam dengan menggunakan kombinasi citra satelit Landsat/MSS, JERS-1 dan TERRA/ASTER

1989 --> 2001
Gambar 9. Citra pembesaran dari area studi hutan bakau di Can Giao, Vietnam dari tahun 1989 hingga 2001

Gambar 10. Hasil pengamatan

7. Produk ASTER ortho dan DEM-Z
Satelit TERRA/ASTER juga dapat menghasilkan data ketinggian permukaan bumi (DEM) seperti contoh pada gambar 11 yang menunjukkan hasil data DEM-Z yang dioverlay dengan citra optik wilayah Bandung dan sekitarnya.

Gambar 11. Birds Eye wilayah Bandung dan sekitarnya

8. DEM-Z ASTER
Gambar 12. Hasil overlay citra optik dengan DEM-Z TERRA/ASTER (Gunung Fuji, Jepang).

9. Monitoring kebakaran hutan
Gambar 13 menunjukkan contoh penerapan citra TERRA/ASTER untuk monitoring kebakaran hutan di Cairns, Australia pada tanggal 25 Desember 2001. Citra TERRA/ASTER dapat memonitor area kebakaran hutan, dimana VNIR menghasilkan liputan wilayah bakar dan kumpulan asap yang dihasilkan oleh kebakaran tsb, SWIR menunjukkan distribusi temparature wilayah bakar, dan TIR menunjukkan distribusi lahan bakar berdasarkan intensitas suhu permukaan lahan bakar. Warna merah dan biru dalam gambar menunjukkan distribusi suhu tinggi dan rendah.
VNIR color composite  SWIR color composite TIR color composite

VNIR
Band 1 Band 2 Band 3
SWIR
Band 4 Band 5 Band 6 Band 7 Band 8 Band 9
TIR
Band 10 Band 11 Band 12 Band 13 Band 14
Gambar 13. Monitoring kebakaran hutan di Cairns, Australia pada tanggal 25 Desember 2001

10. Monitoring suhu permukaan tanah
Distribusi permukaan bumi dapat diturunkan dengan mudah menggunakan data VNIR dan TIR citra TERRA/ASTER. Contoh penurunan tersebut ditunjukkan oleh gambar 14, dimana gambar kiri menunjukkan dasar awal dan gambar kanan hasil penghitungan. Penerapan proses ini dapat digunakan untuk mengetahui fenomena pemanasan yang terjadi di daerah perkotaan.
Gambar 14. Analisa suhu permukaan tanah sekitar gunung Fuji, Jepang.

11. Korelasi DEM
Data DEM yang diturunkan dari citra TERRA/ASTER (Level 1) dapat diperoleh informasi kontur permukaan bumi, dimana informasi ini dapat diterapkan untuk berbagai macam bidang, misalnya pertambangan, pembangkit listrik, perencanaan dam atau bendungan, penanggulangan banjir dan lain-lain. Contoh software yang dapat dipergunakan untuk membuat DEM atau TM dari citra ASTER adalah PCI Geomatics. Cara lengkap pembuatan DEM dan penerapan lainnya, silakan baca di Tanya jawab (FAQ) mengenai ASTER.

Catatan: Informasi di atas adalah hasil penelitian bersama Earth Remote Sensing Data Analysis Center (ERSDAC), Jepang.

Bila Anda membutuhkan informasi lengkap berhubungan dengan citra ASTER atau Anda tertarik untuk memesan data ASTER, silakan hubungi office@indomicrowave.com
Webmaster    (Last edited : May 1, 2006)

Counter